a garden of love..

October 3rd, 2007 by dibyakusyala

*dedicated to KALAM; Ardhi, Yayan, Lukman, Datuk, Mas Romli, Muslim, Irwan, Mas Syafiq, Mas Yono, Bang Usman, Idham siapapun yang dulu dan sekarang pemakmur
Muhajirin..*

Resize_of_resize_of_img_7990 julukan yang pas untuk lingkungan tempat tinggalku sekarang

Namanya Sadang Serang, tepatnya 5 kilo masuk dari Tubagus Ismail kalo kita di daerah Simpang Dago. Sekitar 10 menit dari kampus ITB dan 5 menit dari Simpang (dengan motor  tentunya). kalau dengan transportasi lain ntah-ntah, soalnya sering mendadak macet akibat pasar tumpah di sekitar pertigaan Tubagus-Dago. .

Garden of love, istilah ini ketemu pas dulu ikutan sayembara desain nusa dua dua nusanya Bali Tourism Development Centre, (yang ujung2nya dikerjain solo oleh adriyan ,worthed kan bos.. kerja keras ente akhirnya diakui standard Singapore :p, btw kita setim sampai saat ini penasaran dibikin kayak apa ama tu tapak hehe..) yang pas waktu itu aku susah ngebayangin.. ntah kenapa, mungkin ada pertanyaan dalam yang belum tertemukan jawabannya, apa sih cinta? Alaghh.. 

Dan istilah yang sama tiba2 terasa menjadi frasa yang tepat untuk menggambarkan Sadang Serang ini juga setelah dirasakan dan ditinggali sekitar 3 tahunan

Sebenernya secara fisik standard perumahan , Setting standard rumah deret sederhana yang seiring waktu direhab oleh penghuni2nya, lebar kapling seimbang dan akses pedestrian yang secukup motor lewat. Di jalur2 ini anak kecil berlarian, bermain serta terjadi pertemuan antar penghuni kampung setiap harinya sekedar gosip nungguin anak sekolah TPA atau ngumpul saat jam Mang Sayur lewat.

Resize_of_resize_of_img_8345_1  Tapi kalo diamati lebih jauh tingkat komunikasi, hubungan serta keintiman antar penghuninya top abis! Masjid bisa disebutkan pusat orientasi lingkungan, dia makmur sekali dengan beragam aktivitas. Apalagi bulan Ramadhan ini.. setiap sore ada jadwal buka bareng yang selalu melimpah ruah ta’jil juga penduduk berkumpul bersama bertukar makanan dan cerita. Wiken pun ramai dengan Ramadhan Championship, Pesantren Kilat, juga Tabligh Akbar yang bisa dibilang sukses dengan bejubelnya pengunjung, terutama anak-anak kecil yang ntah kenapa banyakk pisann.. kalau berdasar runutan penghuni, rata2 anak2 ini generasi kedua yang bersamaan berkembang. Atau anak dari anaknya penghuni pertama.. baby boom lokalan lah..

Yang membuat aku tercengang saat Ramadhan Championship, anak2 seusia 4 SD dengan body minim pengetahuannya dah mayan jago uy! Jadi malu.. palagi saat liat adu cerdas tangkas dengan pertanyaan tarikh Islam dan pertanyaan2 pengetahuan Islam semacam, :

  1. siapakah sahabat Rasul yang selamat saat Perang Badar?

  2. sebutkan sepuluh malaikat dan masing2 tugasnya!

  3. ada berapa ayat surat Ali Imron?

…rrrr…

beberapa pertanyaan yang nampaknya standard aku merasa susah untuk menjawab, inikah yang disebut kebodohan jiwa.. ?

Resize_of_resize_of_img_8025_1 sebuah pelajaran berarti dari Sedang serang adalah pola hubungan masyarakat yang indah dalam bingkai hablum minannas, dimana anak2nya dibina oleh keluarga, juga voulenteer mahasiswa pendatang menjadi cerdas.. menghasilkan lingkungan yang sarat dengan komunikasi dan perhatian satu dengan lainnya,

kalau negeri ini diurus dengan bener mungkin mereka berpendidikan lebih tinggi, lebih kreatif hingga ujung2nya semua pihak produktif. Tinggal dipoles ketrampilan khusus dan sedikit modal, bisa jadi mungkin jauh lebih baik kampung kosku ini. Atau akan sebaik Kasongan ’gerabah’ di Jogja, Sukawati di Gianyar, celuk, Mas, Peliatan, dan desa kerajinan lain di Ubud, Sanan ’tempe’ di Malang

hubungan intim inilah potensi kampung kota yang bisa jadi solusi pembinaan masyarakat di luar jalur formal yang terasa semakin jauh, terbang tinggi bersama mimpi… i wish i could do something these last 3 years..

Selepas kuliahku ini, mungkin segera pindah jauhh.. tapi pastinya tetap rindu akan kehangatan Sedang Serang.. nuhun pisan sadayana..

Dorama!

September 2nd, 2007 by dibyakusyala

Mungkin anda termasuk kategori penonton stasiun TV indonesia yang:
- males dengan tampang peran antagonis artis Indonesia yang mencapmencep alias bibir mengecil sembari mengerut ke kiri ke kanan ke kiri ke kanan (dengan sorot kamera zoomin-zoomout-zoomin-zoomout diiringi musik yang provokatif ngajak perang), atau
- bosen dg tampang artis remaja yang selalu cantik, gaya,tajir, bermobil built-up, dan kerjaannya nongkrong di mall atau tempat dugem paling gres di Jakarta. Atau bahkan
- capek d.. ngikutin si Solehah, si Intan, si Ratu, si Cinderella yang kisahnya ga abis2..
g saranin sebaiknya mulai mencari alternatif lain.
Kalo alternatifnya tontonan bule, sepertinya bangsa 24, grey’s anatomy, heroes atau mungkin versi layar lebarnya yang diputer di blitz, 21, XXI, atau bioskop transtv, bersiaplah..
- berubah menjadi instan people, karena setiap masalah diakhiri dengan tragis atau ’ledakan’ baik itu kontak senjata untuk kekerasan-kriminal tingkat tinggi dan seks vulgar untuk adegan mesra.. mm ga ada imaginasi yang berkembang!
- terus berkhayal mikirin dunia orang lain yang jauhh dari keseharian kita, dimana infrastruktur begitu baik, dan kembali selalu kecewa bila dibandingin dengan kondisi setiap pagi berangkat ngantor atau sekedar keluar makan. Akibat kemacetan, tukang parkir yang sembarangan, motor yang seliweran ga aturan, juga sampah yang menggunung atau banjir yang membuat beberapa motor dan mobil terperosok karena lobang menganganya hilang tertutup derasnya air. Hff..

1litre_of_tears_1

kalo semua itu benar dan anda masih bingung, Disaranin mulai nyoba DORAMA JEPANG atau OPERA SABUNnya KOREA!
g baru2 aja ngenal alternatif baru hiburan ini, awalnya ngeliat beberapa episod yang diputer di beberapa stasiun TV lokal sepertinya Indosiar ama trans. Tapi males nungguin tiap sore di depan tv..
kemudian, dengan modal dvd bajakan atau donlod dari rileks.com mulailah nonton 1litre of tears, nodame contabile, hotmen, my boss my hero, dan sejenisnya.. wah ini baru tontonan! Setiap beres nonton selalu terpacu untuk kerja lebih giat, sekolah lebih bener, dan menghargai perasaan orang.. (jadi selama ini? hehe)
Semua dibuat artistik, obrolan 2 orang bisa terjadi dengan 1 ngadep mana 1 ngadep mana, meski ga nyambung secara visual, tapi komunikasi tetep jalan, nyeni banget ga si? Dan adegan-adegan berikutnya ga bisa ditebak, ga ada tawuran ga ada seks ujug2, sangat imaginatif! Tipikal Asia yang mengedepankan norma dan nilai2 luhur ntah agama, atau leluhur.
Kalo emang sehari2nya orang Jepang dah kayak tontonan itu, ga kaget aja mereka bisa semaju sekarang. Semua bekerja keras, saling mengingatkan, dan memiliki sisi humanis yang kental.
Dari pengaturan lingkungan binaannya, nampaknya relatif rapi meski ga yang canggih banget, dengan pengaturan ruang dan detail yang asia banget.. kayaknya kita bisa belajar banyak hal dari lingkungan mereka terutama untuk designer baik arsitek perancang kota, atau interior designer. Beda kosakata bentuknya tidak melompat jauh seperti saat kita mengamati setting lokasi dan urban life kota2 besar seperti New York atau kota Eropa,
Padahal kalo ngeliat buku2 Arsitektur, Jepang ma Korea dah maju banget, atau karena setting dorama rata2 ngambil di permukiman ya?
Mungkin telat banget g nyadar tentang alternatif satu ini tapi buat yang belum pernah, coba buka rileks.com dan temuin beberapa judul yang semuanya rekomen untuk ditonton. Tapi jangan salahin ya kalo setiap wiken bakal nongkrong depan dvd player ngabisin 1 season yang rata2 11 episode itu :)..

Kampus ITB Bekasi

September 2nd, 2007 by dibyakusyala

Mungkin bagi beberapa teman, info ini relatif basi, tapi kebetulan g terlibat dalam perkembangan prosesnya, (sekarang lagi bantuin jd arsitek junior tim desain masterplan itb bekasi) sehingga bisa cerita dikit buat yang ga tau sama sekali dengan akan dikembangkannya kampus baru ITB di Bekasi.
Jadi ITB disana itu Institut Teknologi Bandung cabang Bekasi atau Institut Teknologi Bekasi? Kerasa aneh?
Pastinya label tetap Institut Teknologi Bandung, hanya lokasinya aja di Bekasi, lebih tepat lagi di sekitar Cikarang, Kalo anda sering lewat tol Cipularang di sekitar site kota Deltamas. Dari Bandung lokasinya ada di sebelah kiri. Di antara lahan berkontur itu, akan dibangun kampus kedua dari almamater ganesha ini

Alasan pembukaan kampus di Bekasi ini berawal dari tapak ITB secara fisik stag dalam perkembangan kota Bandung. Juga institusinya yang terlalu besar dan lamban dalam pembaharuan. Membuat ITB tidak dapat banyak bergerak. Dengan potensi SDM yang baik, keilmuan terpaku pada penelitian2 golongan basic science yang ga aplikatif serta kurang relevan untuk kemajuan industri. Pendek kata ITB dirasakan (sedikit) kurang mengikuti perkembangan jaman.

Penelitian yang dianggap kurang berkembang pada level engineering ini sebabnya banyak banget. Pertama lokasi kampus yang ga berdekatan dengan basis industri (malah dengan pusat kuliner dan fashion hehehe). Kedua belum didukung oleh pihak pengambil kebijakan atau saat mau diaplikasikan dinilai terlalu mahal (pemerintah jalan kemana, akademis jalan kemana, industri juga jalan kemana..).

We know lah negeri ini masih bingung dengan penentuan prioritasnya sehingga untuk maju pun industri dan pendidikan dikalahkan oleh fokus2 lain seperti nentuin pemimpin nasional yang lagi2 bawa misi pribadi dan golongan dan makin hari makin berasa ga penting.

Jadi kesimpulannya ITB perlu ‘bergerak’. Dan dinilai perlu ada pengembangan tempat baru. Dipilih Cikarang untuk menempatkan satu pusat penelitian industri. Karena settingnya yang dikelilingi oleh kawasan industri.

Kampusitb

Jurusan apa aja yang dipindah di kampus baru ini?
Sudah setahun terakhir ITB berdebat untuk menentukan program ruang terkait fasilitas apa yang akan diakomodasi pada site Bekasi ini. Ternyata bukan s1 atau TPB (pre universitas di ITB) seperti awal rumor berkembang,
namun POLITEKNIK D3 untuk jurusan elektronika, mesin, informatika dan kimia, (serta biologi yg sedang dalam pembahasan untuk dikembangkan). Ini terkait dengan program pemerintah yang ke depan berencana mengurangi jumlah universitas dan memperbanyak politeknik sehingga lulusannya segera terserap di lapangan kerja yang memang membutuhkan banyak tenaga trampil dan bukan tenaga manajerial sebagaimana kompetensi lulusan s1 yang berlimpah saat ini.

Segala info disini belum final karena prosesnya terus bergulir, so guna nambah wawasan aja ya.. denger2 peletakan batu pertama untuk site engineering centre akan dilakukan November 2007 ini, gubahan massa di atas masih preliminary awal. So you know how to use this information ok..

goes to Gampong..

September 2nd, 2007 by dibyakusyala

Sehari setelah forum 3 cangkir di rumah kopi itu mulai nyari2 tempat nongkrong buat ngobrol ma kumpul ama temen2 lg di Bandung, rumah kopi terasa café bgt, dan harga kurang bersahabat *tentunyabuatmahasiswa2tanpabeasiswaini*
tempat pertama yang ketemu : Gampong Aceh!, lokasinya di Dago persis selatannya Edward Forrer 200meteran ke bawah dari simpang. ini juga rekomendasi si Mawan, katanya rempahnya kerasa banget.. gosip standardnya ditambah ganja, tapi ko gw ngerasanya asem ya? Emang ganja rasanya asem? Hehe..
Alasan pribadi sebenernya kangen sama suasana kedai kopi yang dulu aku pernah cerita jaman masih kerja di Banda Aceh yang terletak di sepanjang Uleu Kareeng, dimana g nongkrong bisa semalaman bareng kenalan, pernah ma bos2 Kanada, orang2 kantor, officer2nya Canadian red Cross, juga anak2 ITB yang pada ngadu nasib di Seuramo Makkah, kangen masa2 itu uy..

Gampong_1

tapi jangan dibayangkan seperti kedai Aceh beneran ya, ga ada kursi malas PKL Aceh yang legendaris itu.. di Gampong ini settingnya dibikin retro dengan kursi ala Ace Hardware yang membuat pengunjungnya lebih cepet bangkit dibanding tipe kedai sejenis di Banda.. hahaha..
kalo ente berkunjung g rekomend nasi gurih dengan lauk ayam bakar.. masih terjangkau dengan rasa yang mayan Aceh (nasi gurih IDR 4.000, ayam bakar IDR 8.000). Kalo bicara kopinya, di Gampong ini masih agak kental, kopi encer di Uleu Kareeng masih terasa lebih superb! Sayangnya Kopi tariknya agak2 kerasa cappuccino sachetan.. jadi tetep gw saranin mending cobain kopi acehnya (IDR 4.000)..
dessert yang paling pol : roti cane gulung isi duren.. sluurrpp! Gimana nyeritainnya ya? Yang pasti ga bisa diurai dengan kata2, (g jadi paham kenapa pak bondan menggunakan istilah maknyuss atau endang gulindang hehehe) that’s why you should try sometime.. untuk buku periplus g rekomend jempol 4 biji.. tentunya dengan bandingan makanan sejenis di Banda yang absolut 5 jempol!
serunya Gampong ini membuat gw rajin promo ke orang2, alhasil temen s2, temen Siaware, juga temen kerja di tempat Magang di Khalifah fil Arld dah pada nyoba.. meski harga sedikit mahal dibanding harga makanan sejenis di Banda tapi djamin jadi alternatif baru kuliner di Bandung..
Gampong Aceh, where ngopi could be fun and cheaper hehehe.. *ditungguvouchernyapakmanajerataspromoonlineinihahaha*

3 Cangkir Kopi

September 2nd, 2007 by dibyakusyala

DedicatedtoHimawanandLuken,

Baca komen Erik di fs tentang isi blog juga pertanyaan Tristi & Syakur ttg kondisi terakhir, mengingatkan dah lama bgt (blog ini) terlupakan. *hahaha kayak blognya dibaca banyak orang aja* Punten Blog.. soalnya 4 bulan terakhir kronologisnya gini :
- Sekitar Mei 2006, g kudu nyelesaiin tugas2 akhir semester genap, sembari bingung2 tentang gimana sebaiknya thesis diselesaikan (@Dago), lanjut..
- 2 pekan pulang ke Malang, guna sungkem nyokap dan sambang kakak, om, tante, sepupu, juga keluarga lain (@Malang, Kepanjen, Bantur), trus..
- sepekan berpetualang di Bali Utara nebeng keluarga Nengah yang ngerayain Galungan (@Singaraja, Air Sanih, Git-Git, Lovina, Kintamani, Bali Bird Park, Denpasar), kemudian..
- 3 minggu menyibukkan diri dengan Sayembara Tsunami Memorial Museum bareng Mawan & t’Enok (@Cisitu) lalu..
- 10 harian jadi peserta ekskursi Bali2007 (@Denpasar, Karangasem, Gianyar, Ubud, Kuta, Nusa Dua), disambung..
- sekitar seminggu jadi surveyor penelitian rumah informal (@Jatinangor) dan akhirnya..
- 2 minggu terakhir bekerja parttime di 3 tempat yaitu Khalifah fil Arld, Studio Gambar Tk1 ITB, dan tim desain kampus ITB baru di Bekasi, (@Lantai 3&6 Labtek 9B ITB dan Townhouse, Setraduta),
semua sambung menyambung menjadi satu, tanpa jeda, setiap ada kesempatan lewat, sabet.. dan semua berasa campuraduk *senengcapekstresbetebingungtertantangpenasarangemesserumualblablabla*,

sejak Siaware9 setahun lalu sebenernya dah diniatin ga lagi mengulang yang kayak gini maksudnya ga mau lagi ceplakcepluk dan ga fokus dengan aktivitas demi menyiapkan tujuan jangka panjang, tp apadaya panggilan kebutuhan uy.
nyadar juga banyak feedback dari temen2, jangan2 semua ini terjadi sbg pelampiasan karena malas ngerjain thesis?
Watteva.. Yang iya aku mengikuti perasaan untuk meredam semua ketidaknyamanan yang muncul, dan mengembalikan semangat untuk kembali berjuang
(aku memilih tips manjur Siaware, ‘fikiran seringkali meragukan, tapi perasaan tidak’ wa ini yang salah siapa ya? Siaware atau g? Hehe..)

Jadi teringat film AADC, kebalikan dari puisi Rangga, “..telah terkoyak air itu, benar-benar riak! telah terpecahkan semua gelas-gelas itu, berdenting ramai dan hingarr bingarrr!..”

Maksudnya g benar-benar tidak dalam kondisi tenang diam, hari-hariku ramai dengan perubahan yang super drastis. Aku terbiasa dengan adaptasi dalam hitungan menit. Menghadapi urusan2 yang berkebalikan,ga ada juntrungan satu sama lain, dan orang2 dengan kepentingan yang sangat berbeda, dari yang benar-benar akademis dengan ‘berfikir ilmiah’ sampai dunia praktek yang sarat pola pragmatis saat ngerjainnya,
dari pengalaman2 itu, g patut mengucap Syukur tertuju Allah SWT. Telah Beliau tunjukkan hikmah berupa pengetahuan akan kondisi keluarga yang selama ini aku kurang paham, juga bidang pekerjaan yang selama ini aku ingin. Sehingga jelas kondisi yang harus dihadapi ke depan. tantangannya, serunya, terjalnya, curamnya, susahnya,
“I won’t regret all things *goodorbad* that I had passed trough..”

dan

290807 malam, di bawah fullmoon Sya’ban di Kampung Dago, tempat sebagian jin2 Bandung buang anak,. Bersama 2 teman s2 perancangan *Mawan&Luken* yg rela meluangkan waktunya di tengah sibuk magang, surveyor penelitian, tugas design riset serta seminar thesis, mengobrol ringan tanpa sadar membuatku merewind semua proses yang telah terlewati. Hal terkait keluarga, pilihan2 yang terambil akhir2 ini. Dan feedback2 yang terlontar membuat aku berfikir ulang, thanks buddy..

Image_3


‘..Thanks of your gifts that night, I’ll consider those properly..’<

/strong>

ga kerasa forum hangout itu terjeda dengan bengong2 ga jelas, Mild juga 3 cappuccino olahan mengiring kesadaran bahwa ini sebuah proses panjang dan setiap jengkalnya pasti ada ga enaknya,
Sadar pula bahwa setiap orang pada akhirnya ingin bahagia, itulah alasan kita sebaiknya bertoleransi dengan pihak lain.
kembali mengingatkanku pada kerinduan akan hangatnya perasaan pada keluarga, ketenangan, kedamaian, juga kepastian akan satu tujuan…
Dan terbersit beberapa niat kembali termasuk kembali fokus pada jalur utama, Ganbatte! TRY YOUR BEST! LET ALLAH TAKE THE REST!

Regards,
300807@Dawn

shared vision

February 5th, 2007 by dibyakusyala

Visioncopy_4

Berbanjir-banjir di Jakarta kota!

February 5th, 2007 by dibyakusyala

Banjirdalem_22 februari 2002, jakarta banjir luber kemana2 , sebagian berfikir tak akan terjadi kejadian yang lebih dahsyat dari kejadian tersebut. Nyatanya Allah berkehendak lain dan tepat 5 tahun sejak banjir gila2an tersebut. Jakarta kembali luber, kali ini jauh lebih gila! kantor2 tutup hampir semingguan, sekolah2 ’diliburkan’, dan seperti biasa, angka statistika kematian mengekor kejadian luar biasa yang sepertinya menjadi tradisi dan kebiasaan.. tersengat listrik akibat arus pendek, tenggelam tak bisa berenang, jantung dan alergi dingin akut dan yang pasti capeknya mental akan kapan semua ini segera diakhiri.. ga usah muluk de, setidaknya kapan lah segera mulai ditangani..

Siang itu , 2 februari 2007, dby sedang bersiap mengadakan survei rusun di pusat Jakarta untuk keperluan thesis, dengan kemudahan transportasi dari Bandung yang melesak menuju Pondok Indah, dby berhasil ’mengungguli’ kendaraan lain yang terlanjur terjebak dalam antrian kemacetan mobil di tol dalam kota hanya dengan total waktu tempuh 2.5 jam! Bayangkan antrian mobil ratusan kilo yang menyebabkan pengendaranya sampai pada hitungan jam kesepuluh dari jadwal keberangkatannya dari Bandung.. Alhamdulillah meski disana-sini nampak kepungan air dan warga yang meminta bantuan angkutan dby dapat mencapai daerah Thamrin-Sudirman dengan sangat lancar, dan sampai di lokasi rusun Tanah Abang, Kebon Kacang, Bendungan Hilir, Penjaringan, tempat lokasi kajian. Baru berkeliling ke 2 lokasi rusun nampak jalur busway dan angkutan umum sudah diberhentikan akibat air meninggi dan thamrin penuh dengan mobil berhenti total. Waktunya berhenti dan menyelamatkan diri…

Teringat kembali malam suram sekitar April 2004, waktu itu dby pulang dari kantor Bank Syariah Mandiri dan mendapati busway penuh sesak hingga manusia memenuhi bus trans dengan kepadatan maksimal. Saat itu waktu tempuh busway trayek BI-Blok M yang biasanya setengah jam dilalui selama 7 jam! Naudzubillah mindzalik, jangan sampai terulang, menginjakkan kaki di Kemang pukul 1 dini hari! Akhh..

sehingga sore itu diputuskan sewa ojek meski tarifnya ga kira2, 30 ribu, hanya untuk melewati 1 kompleks di bilangan Setiabudhi dari Bunderan HI ke SMU 3 Jkt. Untung tertampung di kosan mas Krisna (abangnya Indra). Esoknya dengan pemberangkatan awal Xtrans, kembali ke bandung, sayang survey tak dapat dilanjutkan, tapi kondisi tak lagi memungkinkan

Sepanjang perjalanan teringat buku ’menyiasati kota tanpa warga’, mengapa Jakarta menduduki peringkat buncit dari 150an kota besar di Asia! data lain dari koran kompas 2 hari kemudian menunjukkan ’prestasi’ loyo Jakarta dalam urutan livable city rank versi UN, gencetan cemooh warga penghuninya juga cetusan pemerhati kota yang kritis sangat mengherankan tidak membuat pemkot bertindak lebih sigap. Tumpang tindihnya badan yang menangani, mudahnya pembelokan peruntukan oleh taipan berdollar, laju penambahan penghuni (yang bukan merupakan warga pendukung kehidupan urban, hanya sekedar tinggal dan memilih berinvestasi lebih banyak di daerah), serta sederet panjang usaha pemilahan masalah yang perlu segera ditangani. Banjir, hunian kumuh, transpotrasi massal yang berantakan ( keteterannya proyek busway dan monorail) adalah PR besar yang menuntut penyelesaian strategis. Mungkinkan kita perlu berkaca pada Jepang yang rela menderita bersama akibat PD2 dan kemudian maju bersama pada era industrialisasi ekspansif dan akhirnya seluruh penduduknya sejahtera dewasa ini, dengan menata kembali kota2 kita dengan perencanaan ruang yang lebih kompak antara hunian-lokasi kerja-belanja, berpihak pada warga mayoritas dengan kemajuan sektor riil di bidang ekonomi, serta gotongroyong dengan saling bina antar kelas sosial. Betapa rindunya kami akan kebahagiaan itu dalam kehidupan berkota kita.

My desktop ‘pals’!

February 5th, 2007 by dibyakusyala

Img_1686_2walah dah pada muncrat kemana-mana yah.. gimana kabarnya nih? Firman di singapore? Idham di Sorowako? cicik di penang? Zaki di banda? Jiwa di lamno? Rudi di jakarta? Ikeow di bali? Menik? Ima di amrik? Erik di karanganyar? Ayu di gresik? Frendy di bappenas? juga lainnya, palagi yang jaman2 sma… lohana? Endik? Rohman? Nyamin?juga ratusan lainnya di malang? Bogor? makasar? Banda aceh? Jakarta? kapan ketemuan lagi ya’ pengen melancong macam kalian…, soon abis lulus sekolah insyaAllah, doain yah cepet lulusannya, hueheehehe..

byebye!

February 5th, 2007 by dibyakusyala

Pizza_hut_farewell pak yodi! pak arifin!

Duo kompak drafter yang gambarin proyek dibya bareng pak Indra dan Pak Wijaya serta Teh Alis..

Kalo ga salah Pasar Rawa Indah di Bontang ma apartemen dan sedikit desain awal untuk studi clubhouse di Pesona Mahakam, Samarinda

Duo ni drafter andalan dibya yang ternyata memilih pindah ke tempat kerja baru di FAM Building jalan Merdeka.. ga ada sedih melepas mereka yang ada kita malah makan2 besar di Pizza Hut yang konon baru pertama kali mereka datangi pada sore itu, fun mungkin lebih tepat!

Akh bapak2.. makasih banyak yah atas nasehat dan masukan buat dby selama ini tentang seluk beluk berkeluarga, pemahaman beragam dan banyak hal yang kita share insyaAllah menambah ilmu dan kebulatan tekad untuk maju dan lebih baik.. thanks pak2 berdua yang ngajarin dibya bahwa lebih baik bukanlah sesuatu yang kita harapkan namun sesuatu yang akan kita wujudkan… ditagih ya janji makan2 kedua sebulan lagi di gajian pertama di Atmosphere huehehehehee.. hope you always be better.. bigger.. wealthier, and more prosperous for your life and family, Thanks a lot and See you then pak!

….amin amin amin….

February 5th, 2007 by dibyakusyala

Mommy_6 Congrats buat Ibu yang baru balik dari ibadah akbarnya InsyaAllah dikabulkan doa2 titipan kita semua, dan dimudahkan kegiatan di masa rehat, miss ur patiences and encouragements in every second of my journey..