membayangkan jakarta dalam angka

tulisan ini dibuat ami 99 dan menarik buat dibaca..

Jakarta untuk Hidup atau Tempat Kerja?

Kompas, 19 Oktober 2004

SEJUMLAH 35 persen, atau 1.652.316 m², dari total (yaitu 4,7 juta m²) supply ruang perkantoran di Jakarta terdapat di lapis pertama barisan gedung sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman. Demikian hasil perhitungan 17 mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia dan satu sukarelawan dari Amerika Serikat yang dilakukan dalam rangka “Membayangkan Jakarta”, sebuah program kolaborasi arsitek dan seniman. Sedikitnya, 165.000 orang bekerja di area itu. Sekitar 4.700 orang adalah eksekutif (2,9 persen), 14.500 orang adalah manajer (8,8 persen), 48.500 orang adalah supervisor (29,4 persen), dan 97.000 orang adalah staf (58,8 persen).Di manakah mereka bertempat tinggal? Data 91 pekerja pada kelompok eksekutif sampai supervisor salah satu perusahaan di Wisma Darmala menampilkan bahwa hanya satu orang saja yang tinggal di Jalan Sudirman. Ada kecenderungan bahwa semakin rendah posisi pekerja, semakin jauh jarak tempat tinggalnya. Kelompok manajer rata-rata tinggal pada radius 15 km, sementara kelompok supervisor bermukim pada radius 25 km dari lokasi kantor. Perusahaan ikut memfasilitasi pembelian rumah bagi pekerja yang umumnya digunakan oleh kelompok supervisor dan staf, hanya saja jaraknya dari kantor adalah 41 km.Fenomena di atas membuat kita sadar bahwa hunian tersedia di kawasan jauh dari keterjangkauan pekerja pada umumnya. Dengan jarak kantor dan rumah tinggal yang relatif jauh, bagaimanakah kelompok masyarakat ini melakukan perjalanan? Salah satunya adalah dengan mobil pribadi. Standar DKI Jakarta adalah satu mobil per 100 m² luas lantai perkantoran, sementara Sudirman Square (dulu Wisma Danamon) menyediakan lahan parkir untuk satu mobil per 50 m² lantai. Anggap saja kapasitas parkir yang tersedia adalah satu mobil per 75 m² lantai, maka ada 22.000 mobil menggunakan parkir di dalam 104 gedung yang disurvei di Jalan Thamrin-Sudirman.

Apakah angka di atas berlebihan? Sudirman Square dengan area kantor sewa seluas 81.000 m² memiliki kapasitas parkir 1.600 mobil. Namun, data harian dua menara perkantoran ini menyatakan bahwa terdapat jumlah mobil tetap sebanyak 2.025 dan parkir tidak tetap (casual- untuk tamu) rata-rata 247 per harinya. Jumlah 2.272 mobil adalah 42 persen lebih banyak daripada kapasitas parkir yang disediakan. Jika hal ini terjadi pada seluruh gedung tersurvei, jumlah mobil yang melayani perkantoran lapis pertama sisi Jalan Thamrin-Sudirman adalah 31.285 unit.

Jika jumlah mobil ini dideretkan seluruhnya di Jalan Thamrin-Sudirman (total 10 lajur), akan mencapai 15,7 km, yaitu hampir dua setengah kali panjang jalan itu, yang hanya 6,3 km. Kalau barisan mobil ini dimulai dari ujung selatan Jalan Sudirman, ujungnya akan melewati Pelabuhan Sunda Kelapa. Sekarang kita menjadi yakin benar akan penyebab macetnya Jakarta, yaitu mobil pribadi!

Dapat dibayangkan bahwa mobil pribadi umumnya dipakai oleh sekitar 20 persen teratas dari seluruh pekerja, yaitu para eksekutif, manajer, dan sebagian supervisor. Sisa pekerja, yang sebagian besar adalah staf, menggunakan kendaraan umum. Komposisi kelompok pekerja pengguna bus kota ini sangat mungkin didominasi oleh perempuan. Pada sebuah perusahaan di Jalan Sudirman, hanya ada satu perempuan atau 12,5 persen dari 8 direktur, 8 perempuan atau 25 persen dari 32 manajer, dan 21 perempuan atau 41 persen dari 51 supervisor. Jika data ini diteruskan sampai staf, bukan tidak mungkin proporsi jumlah tenaga kerja perempuan menjadi makin besar lagi. Sementara pekerja laki-laki bisa memilih sepeda motor.

Mobil pribadi yang memonopoli badan jalan sampai keluar kawasan ini sesungguhnya hanya mengangkut sedikit. Kalau 31.285 mobil itu diganti dengan bus, dibutuhkan hanya sekitar 900 bus untuk mengangkut jumlah penumpang yang sama, dan jika dibariskan 10 lajur hanya memenuhi penggal jalan dari Bundaran HI-Stasiun Dukuh Atas. Bergabung dengan kelompok pekerja lain pengguna setia bus kota, sebut saja total 95 persen pekerja memanfaatkan fasilitas bus kota, badan jalan yang dipenuhinya pun hanya dari Bundaran HI-Semanggi. Betapa lengangnya jalan-jalan kota kita.

MOBIL pribadi tidak hanya memakan badan jalan, tetapi juga menambah polusi. Rata-rata tahunan konsentrasi polutan Jalan Thamrin termasuk yang tinggi dibandingkan dengan bagian lain kota, bahkan tercatat parameter NO>jmp 2008mkern 199mh 6024m,0w 6024mjmp 0mkern 200mh 8333m,0w 8333m< yang tertinggi. Konsentrasi polutan menaik tajam pada pagi dan sore hari.

Pertumbuhan tahunan kendaraan bermotor di Jakarta memperlihatkan bahwa komposisinya semakin didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor. Pada tahun 1998, komposisi kendaraan bermotor adalah 29 persen mobil pribadi, 10 persen truk, 8 persen bus, dan 54 persen sepeda motor. Tahun-tahun berikutnya, jumlah mobil pribadi sekitar 31 persen dan sepeda motor 59 persen. Pada tahun 2015, komposisi mobil penumpang dan sepeda motor dalam populasi kendaraan bermotor di Jakarta, Bekasi, dan Depok diperkirakan menjadi sama.

Mobil-mobil di Jalan Thamrin-Sudirman sedikitnya membutuhkan area parkir seluas 510.000 m². Jika dijadikan rumah, luas ini dapat menampung 9.000 keluarga lengkap dengan fasilitas umum perumahan. Jika dijadikan fasilitas pengasuhan anak, area seluas itu dapat menampung lebih dari 41.000 anak.

Sementara itu, foto udara Jakarta 2003 menunjukkan adanya lahan menganggur sedikitnya 100 ha pada radius 700 m menjauhi dua sisi Jalan Thamrin dan Sudirman. Lahan seluas ini dapat menampung 37.000 keluarga atau 148.000 jiwa di dalam bangunan empat lantai, dengan asumsi koefisien lantai bangunan 2, koefisien dasar bangunan 50 persen, dan setiap keluarga mendapat 54 m² satuan rumah susun. Dilengkapi perubahan fungsi lahan parkir yang ada menjadi fasilitas umum dan fasilitas sosial, kawasan ini menjadi hunian yang tinggi keragamannya. Sebab, Jakarta memang berpotensi untuk hidup, bukan sekadar tempat bekerja.

Prathiwi Widyatmi Asisten Program dan Penelitian “Membayangkan Jakarta”

1100607653_05bbbdc1e5_5

3 Responses to “membayangkan jakarta dalam angka”

  1. fat loss 4 idiots Says:

    Hey more pics please, you must balance the text and the pictures :D

  2. Tina Thompson Says:

    Nice site, very clean, lots of content and loved having a look.

  3. harun dethan,MA. Says:

    Bagus juga tulisan anda memberikan tambahan berita, HD

Leave a Reply