earthday.
Bumiku satu, bulat dan tidak membesar, yang pasti penghuninya makin padat, dan karenanya terjadi perubahan2 yang konon menuju kondisi yang kurang baik. Air laut meluap, iklim berubah, ketidakjelasan cuaca, juga makin menumpuknya 6 zat buangan berbahaya (ditengarai sejak 1997 saat Kyoto Protocol). Lambat laun semakin mendekati kepastian bahwa tugas kita bersama untuk merawatnya.
Kalimat2 di atas standard ya, normatif! Tapi ternyata sudah banyak kelompok orang yang peduli melakukan usaha perubahan sesuai dengan profesinya, kalo browsing di internet, banyak kota di Negara maju sudah memasukkan agenda ‘hijau’ untuk mengurangi dampak mikro dari perubahan2 yang kurang baik tersebut. kayaknya pemerintah tuh ngeh banget dengan kondisi ini, liat aja penanggulangan sampah, penggunaan transportasi umum, pembangunan kawasan sampai sadetaildetaile dijlentrehkan di situs2 pemdanya. Juga perusahaan2 besar mulai berfikir ‘go green’. Ada yang mendaur ulang benda2 buangan menjadi barang yang benar2 juga pengemasan dan material produk yang kalo dah ga kepake lagi mudah didegradasi.
Sekilas dilihat oke banget ya yang mereka lakukan, tapi kalo mengamati analisa beberapa peneliti lingkungan, ternyata terdapat data yang berbeda dan mencengangkan! Disebutkan bahwa bila semua manusia penghuni bumi ini hidup dengan cara kebanyakan orang Amerika maka kita membutuhkan planet persis bumi sebanyak 7 buah! Dan kalo kita hidup dengan cara orang Australia kita butuh bumi sebanyak 4 buah. Waa.. orang Indonesia berapa ya? Kalo dilihat data tersebut, Indonesia malah jauh memenuhi standard keberlanjutan pada beberapa aspek. Maksudnya bila manusia sebumi hidup dengan cara hidup orang kita, bumi kita ini masih cukup2 aja, ada anekdot dari seorang peneliti Australia, beliau mengamati perubahan sumberdaya alam dengan membandingkan ukuran *sorry* pakaian dalam kita yang makin kesini makin minim, selain kapas makin mahal dan langka buminya juga makin panas soalnya.
Hehe, tapi jangan bangga dulu, masing2 ada untung ada ruginya, kalau dilihat dari pola pemanfaatan sumber daya alam per individu kita emang lebih irit, hidup kita di Indonesia jauh lebih hemat sumberdaya banget dibanding cara hidup orang luar negri. Di saat orang bule nyukur jenggot aja pake cukuran listrik kita masih pake pisau kerik yang superduper tajam, (seperti tukang cukurku di sedang serang hehe) Tapi secara jamaah Indonesia dinilai kurang maksimal menerapkan agenda ‘go green’ ini. Lihat saja public transport masih saja menggunakan otomotif dan jalan aspalnya, macetnya ituuu! sepertinya penggunaan mass rapid transportation (busline, monorail, subway, trem) sudah tidak bisa ditawar lagi. Juga hypermarket yang terus memproduksi sampah plastik untuk penggunaan tas gratis pembungkus barang belanjaan. (sejauh ini baru Carrefour dan tiara dewata *cerita ikeow* yang menggunakannya,)
Ujung2nya bisa kita kutip tips cerdas aa gym, yang kayaknya pas banget di momen hari bumi 22 april ini, 3m (mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini juga)
Mulai bawa tas belanjaan dari rumah, mulai ngangkot atau motor daripada bermobil kalo bepergian sendiri, mulai memilah barang2 kurang berguna, mulai menanam pohon di lingkungan sendiri, mulai mengurangi pemakaian listrik yang berlebihan dan mubadzir, mulai membuang sampah pada tempatnya, dan mulai segalanya, dengan niat yang baik untuk menjaga lingkungan insyaAllah bernilai lebih di mata Tuhan juga, yah begitulah terakhir mengutip kata bijak environmentalis bule (yang gw lupa siapa tapi sering disebut2 Pak Budi Faisal di kelas Sustainable Development), “bumi ini tidak cukup untuk memenuhi keinginan satu orang saja, meski sebenarnya kapasitas bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia bila ia sadar porsinya dan pandai merawatnya” meski penduduknya selalu bertambah. Sungguh Maha Besar Allah,
Anyway Selamat hari bumi!, meski penerapannya seharusnya ga di hari ini aja.. semoga hari ini menjadi momen yang baik menuju perubahan lingkungan kita, sekaligus mengingatkan diri sendiri juga :p hehe,
