Archive for September, 2007

Dorama!

Sunday, September 2nd, 2007

Mungkin anda termasuk kategori penonton stasiun TV indonesia yang:
- males dengan tampang peran antagonis artis Indonesia yang mencapmencep alias bibir mengecil sembari mengerut ke kiri ke kanan ke kiri ke kanan (dengan sorot kamera zoomin-zoomout-zoomin-zoomout diiringi musik yang provokatif ngajak perang), atau
- bosen dg tampang artis remaja yang selalu cantik, gaya,tajir, bermobil built-up, dan kerjaannya nongkrong di mall atau tempat dugem paling gres di Jakarta. Atau bahkan
- capek d.. ngikutin si Solehah, si Intan, si Ratu, si Cinderella yang kisahnya ga abis2..
g saranin sebaiknya mulai mencari alternatif lain.
Kalo alternatifnya tontonan bule, sepertinya bangsa 24, grey’s anatomy, heroes atau mungkin versi layar lebarnya yang diputer di blitz, 21, XXI, atau bioskop transtv, bersiaplah..
- berubah menjadi instan people, karena setiap masalah diakhiri dengan tragis atau ’ledakan’ baik itu kontak senjata untuk kekerasan-kriminal tingkat tinggi dan seks vulgar untuk adegan mesra.. mm ga ada imaginasi yang berkembang!
- terus berkhayal mikirin dunia orang lain yang jauhh dari keseharian kita, dimana infrastruktur begitu baik, dan kembali selalu kecewa bila dibandingin dengan kondisi setiap pagi berangkat ngantor atau sekedar keluar makan. Akibat kemacetan, tukang parkir yang sembarangan, motor yang seliweran ga aturan, juga sampah yang menggunung atau banjir yang membuat beberapa motor dan mobil terperosok karena lobang menganganya hilang tertutup derasnya air. Hff..

1litre_of_tears_1

kalo semua itu benar dan anda masih bingung, Disaranin mulai nyoba DORAMA JEPANG atau OPERA SABUNnya KOREA!
g baru2 aja ngenal alternatif baru hiburan ini, awalnya ngeliat beberapa episod yang diputer di beberapa stasiun TV lokal sepertinya Indosiar ama trans. Tapi males nungguin tiap sore di depan tv..
kemudian, dengan modal dvd bajakan atau donlod dari rileks.com mulailah nonton 1litre of tears, nodame contabile, hotmen, my boss my hero, dan sejenisnya.. wah ini baru tontonan! Setiap beres nonton selalu terpacu untuk kerja lebih giat, sekolah lebih bener, dan menghargai perasaan orang.. (jadi selama ini? hehe)
Semua dibuat artistik, obrolan 2 orang bisa terjadi dengan 1 ngadep mana 1 ngadep mana, meski ga nyambung secara visual, tapi komunikasi tetep jalan, nyeni banget ga si? Dan adegan-adegan berikutnya ga bisa ditebak, ga ada tawuran ga ada seks ujug2, sangat imaginatif! Tipikal Asia yang mengedepankan norma dan nilai2 luhur ntah agama, atau leluhur.
Kalo emang sehari2nya orang Jepang dah kayak tontonan itu, ga kaget aja mereka bisa semaju sekarang. Semua bekerja keras, saling mengingatkan, dan memiliki sisi humanis yang kental.
Dari pengaturan lingkungan binaannya, nampaknya relatif rapi meski ga yang canggih banget, dengan pengaturan ruang dan detail yang asia banget.. kayaknya kita bisa belajar banyak hal dari lingkungan mereka terutama untuk designer baik arsitek perancang kota, atau interior designer. Beda kosakata bentuknya tidak melompat jauh seperti saat kita mengamati setting lokasi dan urban life kota2 besar seperti New York atau kota Eropa,
Padahal kalo ngeliat buku2 Arsitektur, Jepang ma Korea dah maju banget, atau karena setting dorama rata2 ngambil di permukiman ya?
Mungkin telat banget g nyadar tentang alternatif satu ini tapi buat yang belum pernah, coba buka rileks.com dan temuin beberapa judul yang semuanya rekomen untuk ditonton. Tapi jangan salahin ya kalo setiap wiken bakal nongkrong depan dvd player ngabisin 1 season yang rata2 11 episode itu :)..

Kampus ITB Bekasi

Sunday, September 2nd, 2007

Mungkin bagi beberapa teman, info ini relatif basi, tapi kebetulan g terlibat dalam perkembangan prosesnya, (sekarang lagi bantuin jd arsitek junior tim desain masterplan itb bekasi) sehingga bisa cerita dikit buat yang ga tau sama sekali dengan akan dikembangkannya kampus baru ITB di Bekasi.
Jadi ITB disana itu Institut Teknologi Bandung cabang Bekasi atau Institut Teknologi Bekasi? Kerasa aneh?
Pastinya label tetap Institut Teknologi Bandung, hanya lokasinya aja di Bekasi, lebih tepat lagi di sekitar Cikarang, Kalo anda sering lewat tol Cipularang di sekitar site kota Deltamas. Dari Bandung lokasinya ada di sebelah kiri. Di antara lahan berkontur itu, akan dibangun kampus kedua dari almamater ganesha ini

Alasan pembukaan kampus di Bekasi ini berawal dari tapak ITB secara fisik stag dalam perkembangan kota Bandung. Juga institusinya yang terlalu besar dan lamban dalam pembaharuan. Membuat ITB tidak dapat banyak bergerak. Dengan potensi SDM yang baik, keilmuan terpaku pada penelitian2 golongan basic science yang ga aplikatif serta kurang relevan untuk kemajuan industri. Pendek kata ITB dirasakan (sedikit) kurang mengikuti perkembangan jaman.

Penelitian yang dianggap kurang berkembang pada level engineering ini sebabnya banyak banget. Pertama lokasi kampus yang ga berdekatan dengan basis industri (malah dengan pusat kuliner dan fashion hehehe). Kedua belum didukung oleh pihak pengambil kebijakan atau saat mau diaplikasikan dinilai terlalu mahal (pemerintah jalan kemana, akademis jalan kemana, industri juga jalan kemana..).

We know lah negeri ini masih bingung dengan penentuan prioritasnya sehingga untuk maju pun industri dan pendidikan dikalahkan oleh fokus2 lain seperti nentuin pemimpin nasional yang lagi2 bawa misi pribadi dan golongan dan makin hari makin berasa ga penting.

Jadi kesimpulannya ITB perlu ‘bergerak’. Dan dinilai perlu ada pengembangan tempat baru. Dipilih Cikarang untuk menempatkan satu pusat penelitian industri. Karena settingnya yang dikelilingi oleh kawasan industri.

Kampusitb

Jurusan apa aja yang dipindah di kampus baru ini?
Sudah setahun terakhir ITB berdebat untuk menentukan program ruang terkait fasilitas apa yang akan diakomodasi pada site Bekasi ini. Ternyata bukan s1 atau TPB (pre universitas di ITB) seperti awal rumor berkembang,
namun POLITEKNIK D3 untuk jurusan elektronika, mesin, informatika dan kimia, (serta biologi yg sedang dalam pembahasan untuk dikembangkan). Ini terkait dengan program pemerintah yang ke depan berencana mengurangi jumlah universitas dan memperbanyak politeknik sehingga lulusannya segera terserap di lapangan kerja yang memang membutuhkan banyak tenaga trampil dan bukan tenaga manajerial sebagaimana kompetensi lulusan s1 yang berlimpah saat ini.

Segala info disini belum final karena prosesnya terus bergulir, so guna nambah wawasan aja ya.. denger2 peletakan batu pertama untuk site engineering centre akan dilakukan November 2007 ini, gubahan massa di atas masih preliminary awal. So you know how to use this information ok..

goes to Gampong..

Sunday, September 2nd, 2007

Sehari setelah forum 3 cangkir di rumah kopi itu mulai nyari2 tempat nongkrong buat ngobrol ma kumpul ama temen2 lg di Bandung, rumah kopi terasa café bgt, dan harga kurang bersahabat *tentunyabuatmahasiswa2tanpabeasiswaini*
tempat pertama yang ketemu : Gampong Aceh!, lokasinya di Dago persis selatannya Edward Forrer 200meteran ke bawah dari simpang. ini juga rekomendasi si Mawan, katanya rempahnya kerasa banget.. gosip standardnya ditambah ganja, tapi ko gw ngerasanya asem ya? Emang ganja rasanya asem? Hehe..
Alasan pribadi sebenernya kangen sama suasana kedai kopi yang dulu aku pernah cerita jaman masih kerja di Banda Aceh yang terletak di sepanjang Uleu Kareeng, dimana g nongkrong bisa semalaman bareng kenalan, pernah ma bos2 Kanada, orang2 kantor, officer2nya Canadian red Cross, juga anak2 ITB yang pada ngadu nasib di Seuramo Makkah, kangen masa2 itu uy..

Gampong_1

tapi jangan dibayangkan seperti kedai Aceh beneran ya, ga ada kursi malas PKL Aceh yang legendaris itu.. di Gampong ini settingnya dibikin retro dengan kursi ala Ace Hardware yang membuat pengunjungnya lebih cepet bangkit dibanding tipe kedai sejenis di Banda.. hahaha..
kalo ente berkunjung g rekomend nasi gurih dengan lauk ayam bakar.. masih terjangkau dengan rasa yang mayan Aceh (nasi gurih IDR 4.000, ayam bakar IDR 8.000). Kalo bicara kopinya, di Gampong ini masih agak kental, kopi encer di Uleu Kareeng masih terasa lebih superb! Sayangnya Kopi tariknya agak2 kerasa cappuccino sachetan.. jadi tetep gw saranin mending cobain kopi acehnya (IDR 4.000)..
dessert yang paling pol : roti cane gulung isi duren.. sluurrpp! Gimana nyeritainnya ya? Yang pasti ga bisa diurai dengan kata2, (g jadi paham kenapa pak bondan menggunakan istilah maknyuss atau endang gulindang hehehe) that’s why you should try sometime.. untuk buku periplus g rekomend jempol 4 biji.. tentunya dengan bandingan makanan sejenis di Banda yang absolut 5 jempol!
serunya Gampong ini membuat gw rajin promo ke orang2, alhasil temen s2, temen Siaware, juga temen kerja di tempat Magang di Khalifah fil Arld dah pada nyoba.. meski harga sedikit mahal dibanding harga makanan sejenis di Banda tapi djamin jadi alternatif baru kuliner di Bandung..
Gampong Aceh, where ngopi could be fun and cheaper hehehe.. *ditungguvouchernyapakmanajerataspromoonlineinihahaha*

3 Cangkir Kopi

Sunday, September 2nd, 2007

DedicatedtoHimawanandLuken,

Baca komen Erik di fs tentang isi blog juga pertanyaan Tristi & Syakur ttg kondisi terakhir, mengingatkan dah lama bgt (blog ini) terlupakan. *hahaha kayak blognya dibaca banyak orang aja* Punten Blog.. soalnya 4 bulan terakhir kronologisnya gini :
- Sekitar Mei 2006, g kudu nyelesaiin tugas2 akhir semester genap, sembari bingung2 tentang gimana sebaiknya thesis diselesaikan (@Dago), lanjut..
- 2 pekan pulang ke Malang, guna sungkem nyokap dan sambang kakak, om, tante, sepupu, juga keluarga lain (@Malang, Kepanjen, Bantur), trus..
- sepekan berpetualang di Bali Utara nebeng keluarga Nengah yang ngerayain Galungan (@Singaraja, Air Sanih, Git-Git, Lovina, Kintamani, Bali Bird Park, Denpasar), kemudian..
- 3 minggu menyibukkan diri dengan Sayembara Tsunami Memorial Museum bareng Mawan & t’Enok (@Cisitu) lalu..
- 10 harian jadi peserta ekskursi Bali2007 (@Denpasar, Karangasem, Gianyar, Ubud, Kuta, Nusa Dua), disambung..
- sekitar seminggu jadi surveyor penelitian rumah informal (@Jatinangor) dan akhirnya..
- 2 minggu terakhir bekerja parttime di 3 tempat yaitu Khalifah fil Arld, Studio Gambar Tk1 ITB, dan tim desain kampus ITB baru di Bekasi, (@Lantai 3&6 Labtek 9B ITB dan Townhouse, Setraduta),
semua sambung menyambung menjadi satu, tanpa jeda, setiap ada kesempatan lewat, sabet.. dan semua berasa campuraduk *senengcapekstresbetebingungtertantangpenasarangemesserumualblablabla*,

sejak Siaware9 setahun lalu sebenernya dah diniatin ga lagi mengulang yang kayak gini maksudnya ga mau lagi ceplakcepluk dan ga fokus dengan aktivitas demi menyiapkan tujuan jangka panjang, tp apadaya panggilan kebutuhan uy.
nyadar juga banyak feedback dari temen2, jangan2 semua ini terjadi sbg pelampiasan karena malas ngerjain thesis?
Watteva.. Yang iya aku mengikuti perasaan untuk meredam semua ketidaknyamanan yang muncul, dan mengembalikan semangat untuk kembali berjuang
(aku memilih tips manjur Siaware, ‘fikiran seringkali meragukan, tapi perasaan tidak’ wa ini yang salah siapa ya? Siaware atau g? Hehe..)

Jadi teringat film AADC, kebalikan dari puisi Rangga, “..telah terkoyak air itu, benar-benar riak! telah terpecahkan semua gelas-gelas itu, berdenting ramai dan hingarr bingarrr!..”

Maksudnya g benar-benar tidak dalam kondisi tenang diam, hari-hariku ramai dengan perubahan yang super drastis. Aku terbiasa dengan adaptasi dalam hitungan menit. Menghadapi urusan2 yang berkebalikan,ga ada juntrungan satu sama lain, dan orang2 dengan kepentingan yang sangat berbeda, dari yang benar-benar akademis dengan ‘berfikir ilmiah’ sampai dunia praktek yang sarat pola pragmatis saat ngerjainnya,
dari pengalaman2 itu, g patut mengucap Syukur tertuju Allah SWT. Telah Beliau tunjukkan hikmah berupa pengetahuan akan kondisi keluarga yang selama ini aku kurang paham, juga bidang pekerjaan yang selama ini aku ingin. Sehingga jelas kondisi yang harus dihadapi ke depan. tantangannya, serunya, terjalnya, curamnya, susahnya,
“I won’t regret all things *goodorbad* that I had passed trough..”

dan

290807 malam, di bawah fullmoon Sya’ban di Kampung Dago, tempat sebagian jin2 Bandung buang anak,. Bersama 2 teman s2 perancangan *Mawan&Luken* yg rela meluangkan waktunya di tengah sibuk magang, surveyor penelitian, tugas design riset serta seminar thesis, mengobrol ringan tanpa sadar membuatku merewind semua proses yang telah terlewati. Hal terkait keluarga, pilihan2 yang terambil akhir2 ini. Dan feedback2 yang terlontar membuat aku berfikir ulang, thanks buddy..

Image_3


‘..Thanks of your gifts that night, I’ll consider those properly..’<

/strong>

ga kerasa forum hangout itu terjeda dengan bengong2 ga jelas, Mild juga 3 cappuccino olahan mengiring kesadaran bahwa ini sebuah proses panjang dan setiap jengkalnya pasti ada ga enaknya,
Sadar pula bahwa setiap orang pada akhirnya ingin bahagia, itulah alasan kita sebaiknya bertoleransi dengan pihak lain.
kembali mengingatkanku pada kerinduan akan hangatnya perasaan pada keluarga, ketenangan, kedamaian, juga kepastian akan satu tujuan…
Dan terbersit beberapa niat kembali termasuk kembali fokus pada jalur utama, Ganbatte! TRY YOUR BEST! LET ALLAH TAKE THE REST!

Regards,
300807@Dawn