Archive for January, 2007

Mind vs Heart

Wednesday, January 17th, 2007

Wallpaper2
melihat foto ibu tua sendiri di satu gang kecil buntu ini membuat dibya terharu. Photo ini dibya ambil saat survey perkampungan kota di tepian Sungai Cikapundung daerah deket Balaikota Bandung. Pas ngerjain tugas design research semester genap tahun awal.  Mmm mungkin sekitar awal 2006 lalu kali.., namun hebatnya sampai saat ini menjadi 1 foto favorit setiap kali ngeliat koleksi2 jepretan amatiran folder kamera digital. Ntah kenapa,…

secara fotografi jelas standard abis, blurry pesolima malah! Tapi liat dengan lebih detail de obyeknya, Sang Ibu ini seolah ga punya rumah, juga ga punya saudara, dia hidup dengan menenteng segepok baju dan berpindah. Makanan sisa yang juga mungkin pemberian dipegang erat seolah itu menu satu2nya tanpa pilihan.
Di sekitarnya, Ruang kota terasa terlalu keras untuk sekedar mengisi waktu senggangnya yang juga mungkin tanpa tujuan. Sehingga sang ibu mencari ruang tenang tak bertuan, (dalam kamus idham,) terdefinisi sebagai ruang tak terduga akibat pengembangan tak terencana penduduk kota, (kamu ajaib bro.. huehehehe)
Pemandangan yang sungguh miris, mungkinkah karena beliau ga punya anak?  Atau ga punya lagi suami? Akh.. atau mungkin dia merasa lebih nyaman tak membahasnya. Diperhatikan dengan seksama pun beliau memilih enggan dan memutar pandangan, menjauh, membelakang… kulihat mendung membayangi pandangan kedua matanya..
Tercekat dan ingin memulai sedikit pembicaraan, namun kelompok survey semakin menjauh dan mulai terlihat hilang, mengejar mereka atau menyapa sejenak sang ibu tua,,  adalah detik2 dilema yang terisi dengan chemistry mendalam antara dibya dengan palingan pandang sang ibu tua. Namun tetap saja terisi dengan diam. Akhh..

“Sabar Ibu.. mungkin dunia terasa tidak adil, tapi yakin Tuhan Maha Adil. Bila ia menghendaki semua akan diwujudkan dalam jangka dekat di depan mata atau kelak di dunia yang lebih layak…”
dan seolah sang ibu menjawab dengan tenang

”Sudahlah anak muda, berlanjutlah, Aku tidak sepenting yang kau kira,.. Sudah Sudah… aku dapat mengatasi ini, berlanjutlah…”

tau kalo bakal kepikiran selama ini, mungkin bila ada kesempatan kedua dan kesekian perjumpaan itu terulang, dibya memilih untuk menyapanya tanpa berfikir lebih panjang. The mind doubts, but the heart never does.
…Ati-ati ya Ibu.. doa kami menyertaimu..   

am i? really? huahahaa

Wednesday, January 17th, 2007

Architects_are_sexiest_1

a slice of article grabbed from Adji’s pics, so women,
what are you waiting for? Akhakhaaa….

Meneliti versus merancang

Tuesday, January 2nd, 2007

Dscn4531 2 aktivitas yang sekarang dibya geluti sehari-hari, ya meneliti ya merancang, dari awalnya dibya merasa sangat sulit untuk berkegiatan sebagai peneliti yang menuntut runutan langkah kerja dan pola pikir yang rapi.. you know lah as right brain dominant semua serba terfikir mendadak dan kadang focus meluas tak terhingga. Ini menjadi bumerang bagi dibya yang terbiasa melakukan metode black box alias menunggu wangsit. Dan terpaksa melalui langkah dan metode yang terstruktur alias glass box dengan baik dan benar.

kemudian terfikir ini mungkin yang disebut dengan dengan out of the box!, keluar dari kotak yang selalu mengurung kita, dan kemudian hari-hari dibya terisi dengan studi literature, analisa persoalan dengan teorema, lesson learned dari kejadian yang diamati, analisa pendapatan dan keterjangkauan obyek, sisi lemah sistem akhh.. jangan difikir ini sangat menyiksa ya.. yang bener sangaaaatttttt menyikksssaaaaaaaaaaaa.. hihihi.. seringkali dibya merasa bersyukur sekali pernah menjalani kehidupan sebagai arsitek junior yang meski capek diri begadang ternyata kadang terasa lebih menyenangkan. Capek hati dan otak ternyata lebih menderita *huooohuuooooo.. *

anyway itu semua preambule yang sedikit hiperbolis..

Desain ternyata di sela-sela kesulitan memulai meneliti, Tuhan Maha Adil, tetap dikirimnya peluang bekerja sebagai perancang, dan meski berat itu sangat menyenangkan saudara-saudara, menarik garis dengan sedikit keraguan mencong sana-sini, berimaginasi akan luasnya ruang dan warna, mempelajari gaya modern tropis minimalis yang dimau pemilik, mempelajari detail konstruksi ide2 baru, There i really meant to be *halaghhh..* bermain dengan CAD dan MAX ternyata jauh tidak membosankan..

di sisi lain sebagai peneliti dibya merasa layaknya anak kecil yang baru belajar, dengan terkagum-kagum mengamati tulisan yang berisi kesimpulan dan temuan ide kaitan beberapa fenomena yang merefleksikan betapa cerdasnya sang penulis di tengah situasi dunia yang serba naudzubillah masih berikhtiar untuk menjadi obyektif.

So many beautiful brains (I can see) trough those journals, essays, reports.. I start to crush on this kinda proffesion..

Apa pun itu menjadi peneliti atau perancang..  semoga paduannya menjadi sesuatu yang menyenangkan.. lewat tindakan nyata, selama memberi manfaat dan menjadikan panjang usia sebagai keberkahan..

*a tribute to Teh Alis yang tetep ngingetin dibya bahwa bertindak dan bermanfaat adalah kegiatan yang sebaiknya kita tetap fokuskan, thanks a billion!*

Tour de Indonesia, my soul journey..

Tuesday, January 2nd, 2007

Becak02 Banda Aceh, Lamno, Bukittinggi, Padang, Bandar Jaya, Bandar Lampung, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Makassar, Pare-Pare, Tanah Toraja, Makale, Lombok, Gili Trawangan, Denpasar, Ubud adalah lokasi di luar Jawa dimana at least dibya pernah menghuni walau sementara, keberagaman dan keindahan bentang alam tetap mendominasi. Namun untuk lingkungan binaan, begitu jauhnya kita tertinggal (atau bahkan meninggalkan diri?) dengan kota-kota di luar negri, yang terang-terang ‘given wealth’nya lebih minim

Secara umum semua hampir mirip, involution (jalan di tempat) condition dan minimnya infrastruktur untuk berakomodasi serta transportasi, di luar isu maintenance obyek kunjungan yang juga merupakan sebuah masalah besar.

Keunikan nampak dengan sembunyi-sembunyi walau nyata-nyata merupakan potensi yang besar untuk kemajuan lokalitas bila terbina dengan baik, tapi mengapa tidak segera dibina yah? Yakin banyak banget ahli dan eksekutif yang berfikir hal yang sama dengan porsi kemampuan berbuat mereka yang besar tentunya.

Kebudayaan yang feodalis dengan pucuk pimpinan wilayah berkuasa (yang masih tak terhingga) adalah sesuatu yang menjengkelkan. Dengan semena, berkolusi dengan kerabat dekat, kerusakan bisa terjadi dengan mudahnya, akh.. kapan kita mulai optimis membangun negeri sendiri bila sekumpulan orang yang menyebalkan itu masih bertengger di

sana

?

halllloooo republik super duper kaya sumber dayaaaa… sadar ga si begitu kami rakyat jelata sudah bosan (lazim) menderita.. begitu rindu kami akan pemimpin dan pemuka yang berkaca pada hati nurani, melihat kami dengan apa adanya, membaca kami bukan hanya sebagai angka statistika semata

begitu tega, pengelola tidak menyegerakan pergerakan peradaban bangsa sendiri? Masihkan kita membiarkan segala terjadi, dimana membeli makanan untuk sarapan sudah semahal membeli benda yang sama di

Malaysia

atau Singapura sedang pendapatan kita kurang dari sepersepuluh penghasilan mereka? Apalagi dengan mereka yang bersenang di Eropa atau Amerika dengan pendapatan beratus kali lipat dengan keahlian dan peluh yang sama yang kita keluarkan.

Kapan ya kita sejahtera? Mengingat kaum cerdik tangkas pandai cerdas tetap berkiblat pada bendera-bendera selain merah putih, dan kelihaiannya masih terasa bermanfaat bila pergerakan dilakukan terus dilakukan di luar kotak?

Pesimisme terus berkembang subur di tengah laju pertambahan penduduk yang kian hari kian membenamkan kita pada sebilyun masalah, menenggelamkan optimisme-optimisme personal dalam ratusan juta ketidakpedulian…

Saatnya kita bersama tidak lagi mengharap kuis di anteve menyelesaikan mimpi buruk keseharian kita… mengakhiri pemikiran bangsa lain bahwa kita bagian sederet bangsa brengsek yang pernah ada… menyetarakan kesempatan maju dan sejahtera dengan lingkungan yang baik dan menyehatkan..

Sederet sumpah serapah dan kecewa berlanjut bila tulisan ini diselesaikan.. biarkan saya berhenti disini. Berkaca sejauh mana saya sudah berbuat selama ini.. thanks for ur attention

010107

Monday, January 1st, 2007

Niagarafallsnewyearsevefireworks 010107, angka hoki ni kalo dijumlah ^^ kyu-kyu, (semoga berkah amin)

resolusi tahun baru pengen beresin tugas akhir yang bentar lagi kelar.. dengan sebaik2nya, (belum dimulai juga huahahaha!) dan segera menentukan visi lebih tajam, (sebenarnya ga pake kudu tahun baru kali bikin resolusi, tapi momennya aja dipake biar ada momen (yey..))

semua rekan, sahabat, keluarga, via blog dibya sampaikan semoga anugrah usia yang diberikan menjadi berkah, ultah, taun baru, mungkin ga penting bagi sebagian, tapi intinya adalah waktu terus bergulir

dan yang membedakan kita pada akhirnya adalah pencapaian yang kita lakukan dengan pemanfaatan waktu yang baik. pengkayaan, pelatihan atau pembelajaran yang pasti membuat hari esok terus lebih baik. amin.. amin..