Archive for May, 2006

Tsunami at glance

Saturday, May 27th, 2006

*Sudah setahun lima bulan bencana itu terjadi*

MasyaAllah, yang aku lihat di bumi Banda dan Aceh Besar adalah sebuah fenomena terbesar dalam hidup, yang membuat aku terdiam tanpa kalimat dan memandangnya mengosongkan otakku sesaat. Maha Perkasa Allah dengan segala kekuatanNya, kulihat tanah-tanah itu terserak, bangunan kecil menengah megah terhempas, kubangan air tersubur ilalang, masyarakat ikhlas dalam tenda dan bangunan sementara seadanya,

*hiduplah dengan bahagia saudaraku..*

begitu mudah Kau menjemput jiwa mereka kemarin dan punya kami nanti, dalam sekian singkat masa..

menyiapkan mati dan membangkitkan potensi. Mungkin itu definisi terbaru hidup yang tanpa sengaja aku temukan meski setiap manusia memahaminya bila merenung dan mengaca dirinya dengan agak cermat. *Akh.. ada apa dengan diriku tiba-tiba?, atau mungkin banyak komentar mane aje lo dib :p*

Meunasah Keudee, Mon, Kulam, Desa Kajhu, Miruk Lamredeup, dengan belasan dusun yang akan aku fasilitasi pengurusan sertifikat tanahnya hidup terkatung, bantuan tidak semudah itu menjangkau mereka. Serangkaian prosedur dan ketidakpercayaan dunia global akan kemungkinan korupsi dan permainan warga terbantu adalah sandungan besar disamping masyarakat yang mempunyai tingkat pendidikan seadanya. Konflik selalu terjadi dalam setiap tahap dan prosedur yang dibuat untuk membantu mereka. Kerjasama dengan Canadian Red Cross semoga mudah sehingga rumah terbangun secepatnya. Dan aku tak lagi bimbang seperti sesaat aku memasuki Cengkareng untuk menuju tanah laboratorium kemanusiaan ini. Di sinilah sejenak aku berencana menyumbangkan sedikit hidupku untuk juga berpetualang mencari sedikit legenda pribadi untuk terus hidup..

It’s my life..It’s now or never.. I ain’t gonna live forever I just wanna live when I’m alive.. It’s my life.. My heart is like an open highway.. ..Like Frankie said I did it my way… I just wanna live when I’m alive… *it’s my life, bon jovi’s hit* Banyak sekali yang terjadi dalam beberapa hari terakhirku di banda aceh,

Adalah saat yang tepat untuk merenung sejenak sebenarnya siapa aku? untuk apa aku hidup? dan bagaimana aku akan terus hidup..? *dalem ga si ? hehehehe*

Disini komunitasku benar2 baru, teman lama yang ada juga berada dalam kesibukan yang luar biasa. Sendiri dan mencari kelompok social dengan merubah segala ketertutupan, dan topeng2 yang lama dan capek aku pakai, dan hasilnya aku merasa sangat bebas, Terimakasih ya Allah..

Saat yang tepat untuk menentukan langkah ke depan, yang terbaik, merenungi semua yang ada dan merencanakan dengan cermat sehingga pilihan ke depan berdasarkan sebuah pertimbangan yang matang, semoga..

*picture from Peric Ferryanto, fotografer.net