pinky day
..ga cowok ga cewek semua pinky kemaren..
klise sepertinya mempertanyakan penting ga pentingnya valentine. itu cuma value dan preferensi masing2 orang yang berbeda,(red_bahasa dosen pembangunan lingkungan binaan yang berkelanjutan banget, huihihihiihi) namun jujur fenomena kemaren ga jauh dari penetrasi budaya global yang sukses dengan bombardir media terutama remaja yang berkelanjutan. menjadi tradisi yang entah mungkin kekurangan momen untuk mengekspresikan pencarian nilai yang masih prematur, semua pihak menganggukkan kepala tanda setuju untuk perayaannya..( tapi kan ga cuman abege yang make tshirt pink, buktinya mak2 om om juga nongkrong depan bip sambil pede berat pake lope-lope mejeng..naujubile, tante-tante.. atau ini tanda kurangnya kedewasaan? ) ya buntutnya jadi sekedar momen pasar untuk launching film jomblo, peragaan busana yang lagi-lagi serba pengkee.. atau ladang penjual bunga di wastukencana memproduksi sebanyak mungkin untuk dapet penghasilan tambahan (sejauh positif seperti ini dby masi ngeh lah tanda kecerdasan memanfaatkan peluang pasar menambah penghasilan tambahan), tapi jauh2 hari ngider factory outlet demi menjadi merah jambu di hari selasa kemaren kayaknya ga bgt de..