nadir kecilku

ruangan ini gelap.. setitik lilin di jauh pandangan menyala tenang.. sejenak harum wangipani menyerbak.. Rabb.. benarkah jalan yang aku ambil.. sedikit sekali keyakinan menyerta langkah gontaiku,.. adakah Kau di sekitar? Tolong tunjukkan 1 titik yang lebih terang.. untuk menguatkan 1 langkah kecilku berikutnya.. begitu kecil aku di tengah ruangan ini, hanya sejenak kusadar sekecil usahaku mencaritahu keberadaanMu dengan tepat.. pasti kau sedang menyulam indah masa depanku di sana.. segala warna pasti di tanganMu bersama tarian peri bidadari ..

ah.. teriakan kecil di belakang kuat sekali menarik telingaku, perlukah aku menolong mereka? sedang mereka yang tidak peduli semakin kuat meninggalkanku.. semakin yakin dengan langkahnya.. aku muak melihat mereka aku benci merekaaa!!!!!..

tapi jujur aku ingin seperti mereka, aku rindu langkah kuat itu, langkah yang pernah kau pinjamkan padaku beberapa tahun lalu Rabb, aku percaya sepenuh lautan sanggup mengisi cawan minum kecilku, aku percaya sekuat keyakinan terik sahara mengeringkan setetes peluhku… aku percayaaaa!! aku percaya.. tapi mengapa ragu ini selalu kau terbangkan mengiringi sekujur raga lemahku.. apakah aku menyangsikanMu.. maaf rabb maaff.. biarkan aku diam 2 langkah untuk menguatkan rasa dan jasadku.. untuk bersegera melangkah, sejenak setelah mereka di belakang menghentikan raungannya.. karena aku tahu kau akan sangat senang bila aku mengulurkan satu tanganku sekedar mereka tak tenggelam makin dalam..

just a minute Rabb, i’ll catch them.. aku merasa tungkai kakiku mengeras.. segumpal daging berurat semangat itu seakan kembali.. sejenak lagi aku berlari menari menembus nadir kecilku.. thanks Rabb..

One Response to “nadir kecilku”

  1. DK Says:

    masyaAllah.. sesentimentil inikah dibya? hmmmm

Leave a Reply