Archive for February, 2006

pinky day

Wednesday, February 15th, 2006

..ga cowok ga cewek semua pinky kemaren..

klise sepertinya mempertanyakan penting ga pentingnya valentine. itu cuma value dan preferensi masing2 orang yang berbeda,(red_bahasa dosen pembangunan lingkungan binaan yang berkelanjutan banget, huihihihiihi) namun jujur fenomena kemaren ga jauh dari penetrasi budaya global yang sukses dengan bombardir media terutama remaja yang berkelanjutan. menjadi tradisi yang entah mungkin kekurangan momen untuk mengekspresikan pencarian nilai yang masih prematur, semua pihak menganggukkan kepala tanda setuju untuk perayaannya..( tapi kan ga cuman abege yang make tshirt pink, buktinya mak2 om om juga nongkrong depan bip sambil pede berat pake lope-lope mejeng..naujubile, tante-tante.. atau ini tanda kurangnya kedewasaan? ) ya buntutnya jadi sekedar momen pasar untuk launching film jomblo, peragaan busana yang lagi-lagi serba pengkee.. atau ladang penjual bunga di wastukencana memproduksi sebanyak mungkin untuk dapet penghasilan tambahan (sejauh positif seperti ini dby masi ngeh lah tanda kecerdasan memanfaatkan peluang pasar menambah penghasilan tambahan), tapi jauh2 hari ngider factory outlet demi menjadi merah jambu di hari selasa kemaren kayaknya ga bgt de..

nadir kecilku

Monday, February 13th, 2006

ruangan ini gelap.. setitik lilin di jauh pandangan menyala tenang.. sejenak harum wangipani menyerbak.. Rabb.. benarkah jalan yang aku ambil.. sedikit sekali keyakinan menyerta langkah gontaiku,.. adakah Kau di sekitar? Tolong tunjukkan 1 titik yang lebih terang.. untuk menguatkan 1 langkah kecilku berikutnya.. begitu kecil aku di tengah ruangan ini, hanya sejenak kusadar sekecil usahaku mencaritahu keberadaanMu dengan tepat.. pasti kau sedang menyulam indah masa depanku di sana.. segala warna pasti di tanganMu bersama tarian peri bidadari ..

ah.. teriakan kecil di belakang kuat sekali menarik telingaku, perlukah aku menolong mereka? sedang mereka yang tidak peduli semakin kuat meninggalkanku.. semakin yakin dengan langkahnya.. aku muak melihat mereka aku benci merekaaa!!!!!..

tapi jujur aku ingin seperti mereka, aku rindu langkah kuat itu, langkah yang pernah kau pinjamkan padaku beberapa tahun lalu Rabb, aku percaya sepenuh lautan sanggup mengisi cawan minum kecilku, aku percaya sekuat keyakinan terik sahara mengeringkan setetes peluhku… aku percayaaaa!! aku percaya.. tapi mengapa ragu ini selalu kau terbangkan mengiringi sekujur raga lemahku.. apakah aku menyangsikanMu.. maaf rabb maaff.. biarkan aku diam 2 langkah untuk menguatkan rasa dan jasadku.. untuk bersegera melangkah, sejenak setelah mereka di belakang menghentikan raungannya.. karena aku tahu kau akan sangat senang bila aku mengulurkan satu tanganku sekedar mereka tak tenggelam makin dalam..

just a minute Rabb, i’ll catch them.. aku merasa tungkai kakiku mengeras.. segumpal daging berurat semangat itu seakan kembali.. sejenak lagi aku berlari menari menembus nadir kecilku.. thanks Rabb..